Thursday, 6 August 2015

KETIKA SISWA PESERTA UN MENGELUH
Oleh: Mukhlisin, S.Pd.I*

Latihan terus,latihan terus, kapan selesainya 
Begitulah para siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun ini mengeluh kepada gurunya. Mereka mengeluh terhadap padatnya serangkaian kegiatan  ulangan serta pelajaran  yang mereka laksanakan jelang UN. Bisa dibayangkan dalam waktu yang relatif singkat mereka harus melaksanakan serangkaian latihan  soal dan ulangan terus-menerus. Baik ulangan pemantapan mengahadapi UN (try-Out) maupun Ulangan Tengah Semester dan Ahir Semester. Selain itu, mereka harus mengikuti kegiatan les pelajaran yang dilaksanakan oleh sekolah.

        Mengapa mereka begitu dipacu belajarnya tanpa melihat kemampuan fisik mereka. Hal ini tidak lain untuk satu tujuan: supaya lulus!

Memang dengan adanya serangkaian padatnya kegiatan belajar dan ulangan pada jelang pelaksanaan UN bagi siswa kelas ahir satu sisi akan membawa dampak yang positif yang berupa anak-anak akan selalu belajar dan belajar. Namun di sisi lain akan memberi efek negatif bagi anak-anak didik. Mereka bisa mengalami kelelahan fisik dan pikiran pada mereka.

Sejatinya sebagaimana yang dikatakan dalam UU Sisdiknas UN dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan pemetaan pendidikan yang ada di Negara ini, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Bukan untuk menjadi penentu kelulusan bagi para anak didik. Sangat tidak adil manakala penentuan kelulusan ditentukan oleh nilai UN. Sebab mapel yang diujikan dalam UN tidak mengakomodir semua kecerdasan yang dimiliki oleh semua manusia.

 Howard Garner dalam penelitian ilmiahnya mengatakan bahwa kecerdasan manusia tidak tunggal akantetapi banyak, diantaranya ada kecerdasan matematik, bahasa, kinestik, natural, dan seterusnya. Inilah yang perlu diperhatikan.

Padatnya kegiatan-kegiatan belajar bagi para siswa kelas ahir perlu disikapi oleh para  pemangku pendidikan, khususnya pejabat pendidikan yang memiliki kewenangan dalam persoalan ini. Sebab bila ini dibiarkan akan membebani para siswa.

Ada beberapa langkah yang barangkali dapat mengurangi beban anak-anak didik yang akan melaksanakan UN. Diantaranya, pertama beban pelajaran yang harus dikuasai anak-anak pada kelas ahir perlu dikurangi.  Imbas dari adanya materi pelajaran yang amat banyak yang dibebankan oleh anak-anak didik kelas ahir membuat para guru ngebut mengajar untuk menghabiskan materi sebelum waktunya.

Kedua, memangkas kegiatan-kegiatan ulangan yang memang kurang berguna bagi anak-anak didik. Selama ini para siswa disamping melakukan Try-Out UN mereka juga masih dibebankan dengan ulangan tengah semester 2 dan ulangan ahir semester 2, ujian praktek dan lain sebagainya.

Supaya tidak begitu padat maka akan lebih efektif bagi mereka untuk kegiatan ulangan tengah semester 2 dan ulangan ahir semester  lebih baik ditiadakan. Sebab bila dilakukan selain menambah beban para siswa, juga akan memecah konsentrasi anak-anak dalam menghadapi UN, sebab mereka yang selama ini digembleng atau dipersiapkan untuk menghadapi UN harus mempersiapkan ulangan tengah semester dan ahir semester. Sebagai pengganti dari nilai UAS dan UTS solusinya mungkin dapat diambilkan dari hasil nilai Try-Out-Try-Out yang dilaksanakan oleh sekolah. (Penulis adalah guru swasta di kota Pemalang)

No comments:

Post a Comment