KETIKA SISWA PESERTA UN MENGELUH
Oleh: Mukhlisin, S.Pd.I*
Latihan terus,latihan terus, kapan selesainya …
Begitulah para siswa yang akan mengikuti Ujian
Nasional (UN) tahun ini mengeluh kepada gurunya. Mereka mengeluh terhadap
padatnya serangkaian kegiatan ulangan serta pelajaran yang mereka
laksanakan jelang UN. Bisa dibayangkan dalam waktu yang relatif singkat mereka
harus melaksanakan serangkaian latihan soal dan ulangan terus-menerus.
Baik ulangan pemantapan mengahadapi UN (try-Out) maupun Ulangan Tengah Semester
dan Ahir Semester. Selain itu, mereka harus mengikuti kegiatan les pelajaran
yang dilaksanakan oleh sekolah.
Mengapa mereka begitu dipacu belajarnya tanpa melihat kemampuan fisik mereka.
Hal ini tidak lain untuk satu tujuan: supaya lulus!
Memang dengan adanya serangkaian padatnya
kegiatan belajar dan ulangan pada jelang pelaksanaan UN bagi siswa kelas ahir
satu sisi akan membawa dampak yang positif yang berupa anak-anak akan selalu
belajar dan belajar. Namun di sisi lain akan memberi efek negatif bagi
anak-anak didik. Mereka bisa mengalami kelelahan fisik dan pikiran pada mereka.
Sejatinya sebagaimana yang dikatakan dalam UU
Sisdiknas UN dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan pemetaan pendidikan yang
ada di Negara ini, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Bukan untuk
menjadi penentu kelulusan bagi para anak didik. Sangat tidak adil manakala
penentuan kelulusan ditentukan oleh nilai UN. Sebab mapel yang diujikan dalam
UN tidak mengakomodir semua kecerdasan yang dimiliki oleh semua manusia.
Howard Garner dalam penelitian ilmiahnya
mengatakan bahwa kecerdasan manusia tidak tunggal akantetapi banyak,
diantaranya ada kecerdasan matematik, bahasa, kinestik, natural, dan
seterusnya. Inilah yang perlu diperhatikan.
Padatnya kegiatan-kegiatan belajar bagi para
siswa kelas ahir perlu disikapi oleh para pemangku pendidikan, khususnya
pejabat pendidikan yang memiliki kewenangan dalam persoalan ini. Sebab bila ini
dibiarkan akan membebani para siswa.
Ada beberapa langkah yang barangkali dapat
mengurangi beban anak-anak didik yang akan melaksanakan UN. Diantaranya,
pertama beban pelajaran yang harus dikuasai anak-anak pada kelas ahir perlu
dikurangi. Imbas dari adanya materi pelajaran yang amat banyak yang
dibebankan oleh anak-anak didik kelas ahir membuat para guru ngebut mengajar
untuk menghabiskan materi sebelum waktunya.
Kedua, memangkas kegiatan-kegiatan ulangan yang
memang kurang berguna bagi anak-anak didik. Selama ini para siswa disamping
melakukan Try-Out UN mereka juga masih dibebankan dengan ulangan tengah
semester 2 dan ulangan ahir semester 2, ujian praktek dan lain sebagainya.
Supaya tidak begitu padat maka akan lebih
efektif bagi mereka untuk kegiatan ulangan tengah semester 2 dan ulangan ahir
semester lebih baik ditiadakan. Sebab bila dilakukan selain menambah
beban para siswa, juga akan memecah konsentrasi anak-anak dalam menghadapi UN,
sebab mereka yang selama ini digembleng atau dipersiapkan untuk menghadapi UN
harus mempersiapkan ulangan tengah semester dan ahir semester. Sebagai pengganti dari nilai UAS dan UTS
solusinya mungkin dapat diambilkan dari hasil nilai Try-Out-Try-Out yang
dilaksanakan oleh sekolah. (Penulis adalah guru swasta di kota Pemalang)
No comments:
Post a Comment