“Inna anzalnaahu fii lailatul qoder.
Wa maa adroo kamaa lailatul qoder. Lailatul qodri khoirum min alfi syaher.
Tanazzzalul malaaikatu warruukhu fiiha biidni robbihim mingkulli amer. Salaamun
hiyaa khatta matla’il fajer.” (Quran surat al-Qodar ayat 1-5)
Artinya: Sesungguhnya kami telah
menurunkan malam lailatul qadar. Dan
apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar adalah malam
mulia. Malam itu lebih baik dari malam seribu bulan. Pada malam itu para
malaikat turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan. Malam
itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar.
Apakah yang disebut
dengan lailatul qadar? Arti malam lailatul qadar adalah malam mulia. Mengapa
Malam itu sangat mulia? Malam itu dianggap sangat mulia bahkan kemuliannya
melebih malam seribu bulan karena pada malam itu telah diturunkannnya alquran
oleh malaikat jibril kepada nabi Muhammad Saw untuk menjadi petunjuk umat
manusia. Hal ini berdasarkan keterangan
pada firmn Allah surat ad-Duhan (2-8) yang bunyi artinya sebagai berikut:
“Sesungguhnya kami telah menurunkan Alaquran pada malam lailatul qadar.”
Sedangkan Alquran
diturunkan pertamakalinya pada malam Bulan Ramadhan oleh Malaikat Jibril kepada
Muhammad saw, yaitu surat al-Alaq ayat 1-5. Dengan keterangan ini sangat jelas
bahwa lailatul qadar turun pada Bulan Ramadhan.
Terkait dengan turunnya
lailatul qadar ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa lailatul qadar sudah
tidak turun lagi seiring dengan tidak diturunkannya lagi Alquran ke bumi.
Sebagian ulama yang lain berpandangan bahwa lailatul qadar masih tetap
diturunkan setiap tahun, yaitu di dalam bulan Ramadhan, meskipun Alquran sudah
tidak diturunkan lagi. Ulama yang berpendapat demikian mendasarkan pada anjuran
nabi saw kepada para sahabat untuk mencari lailatul qadar pada malam-malam sepuluh
hari terakhir di bulan Ramadhan.
Kapan lailatul qadar turun?
Tidak ada yang tahu
mengenai waktu kapan turunnya malam yang
sangat mulia itu. Turunnya lailatul qadar ini memang sangat dirahasiakan oleh
Allah. Mengapa sangat dirahasiakan? Ini tida lain agar para manusia mau
berlomba-lomba untuk meraih kemuliaan itu dengan penuh semangat dan penuh perjuangan.
Bila lailatul qadar waktu turunnya sudah diberitahukan tentu para manusia hanya
akan beribadah pada malam lailatul qadar saja, selain dari malam itu mereka akan
bermalas-malasan.
Namun
Rasulullan memberi sedikit penjelasan kepada kita tentang kapan waktu turunnya
lailatul qadar tersebut. Bahwasanya berdasarkan keterangan nabi saw, lailatul
qadar diturunkan pada malam-malam sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan,
utamanya pada malam—malam bilangan ganjil seperti malam 21, 23, 25, 27, dan 29.
Apakah lailatul qadar turun malam 21, malam 23, malam 25, malam 27 atau malam
29 tidak ada penjelasan. Bisa saja lailatul qadar tahun ini turun pada malam
21, tahun besok malam 29, tahun besoknya lagi 27 dan seterusnya. ” Carilah malam lailatul qadar pada
malam-malam ganjil pada sepuluh terahir di bulan Ramadhan”. Demikian kata
Nabi saw.
Lailatul qadar memang
malam yang sangat istimewa. Orang yang berhasil bertemu dengan lailatul qadar
adalah orang yang akan mendapat keberuntungan besar baik di dunia maupun di
akherat. Mereka yang bisa bertemu dengan lailatul qadar hidupnya akan selalu dekat
dengan para malaikat. Para malaikat ini akan selalu memberi bimbingan kepadanya.
Malaikat adalah makhluk
Allah yang taat kepada-Nya. Dengan demikian bila orang mendapat lailatul qadar, maka setelah Ramadhan lewat, ia akan tampak selalu taat beribadah
kepada_Nya. Baik itu ibadah yang wajib
maupun ibadah yang sunah. Ibadah-ibadah yang wajib seperti misal solat fardu
lima waktu. Mereka akan selalu berusaha menjaga solat fardu lima waktunya dengan
tepat waktu plus berjamaah. Ibadah-ibadah sunah pun demikian tidak mereka
tinggalkan, sepert menjalankan solat sunah rowatib qobliyah (sebelum solat
fardhu dilaksanakan) dan solat bakdiyah (sesudah solat fardu dilaksanakan),
solat malam, solat Duha dan seterusnya. Kemudian mereka juga senang membaca dan
menghayati isi Al-quran.
Kemudian orang yang
kebetulan melakukan amal soleh atau ibadah di malam lailatul qadar pahalanya
akan disetarakan dengan pahala ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.
Seribu bulan jika dijadikan ke tahun kurang lebih sekitar 83 tahun. Ini adalah
anugerah Allah kepada umat nabi Muhammad yang
jatah umur hidupnya
pendek-pendek.
Demikianlah rahmat dari lailatul qadar. Maka
wajar sekali apabila Rasulullah saw sangat menekankan kepada umatnya untuk selalu
mencari lailatul qadar pada bulan Ramadhan. Sebab dengan rahmat dan karunianya
itu ia akan dapat mengubah nasib hidup umat manusia di dunia maupun di
akherat.
Bagaimana memperoleh lailatul qadar?
Untuk mendapatkan lailatul
qadar kita harus menggiatkan dan mengencangkan ibadah kita di bulan ramadhan,
khususnya pada sepuluh hari terahir di bulan Ramadhan. Pada setiap sepuluh hari
terahir di bulan Ramadhan, Rasulullah untuk menyambut datangnya lailatul qadar,
selalu melakukan iktikaf di Masjid (Musola). Iktikaf artinya adalah berdiam
diri di masjid atau musola untuk melakukan ibadah kepada Allah dengan niat
untuk bertaqorrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). Ibadah-ibadah apa
saja yang dapat di lakukan ketika berikttikaf? Ibadah yang bisa dilakukan
ketika beriktikaf adalah solat lail,
membaca alquran, membaca buku pelajaran agama, mendengarkan ceramah agama,
memperbanyak dzikir (dengan membaca lafad tasbih, tahmid, takbir, istighfar,
banyak berdoa) dan lain sebagainya.
Rasulullah yang sudah
dijamin Allah masuk surga, dijaga dari segala dosa, ketika bulan Ramadhan saja
mau mencari lailatul qadar, namun kita yang manusia biasa yang banyak melakukan
dosa, masih bermalas-malasan untuk beribadah, masih sedikit tabungan pahala
aheratnya, tidak mau menyambut malam yang sangat mulia itu. Hal ini terlihat dari kebanyakan umat Islam yang
mana biasanya pada saat sepuluh hari terahir di bulan Ramadhan mereka tidak
seperti pada awal Ramadhan yang semangat beribadah, sebaliknya mereka bermalas-malasan menjalankan ibadah.
Jamaah solat taraweh di masjid dan musola di akhir-kahir bulan Ramadhan makin
maju sofnya (berkurang), jamaah tadarus Alquran makin berkurang, sebaliknya ada peningkatan jamaah di pasar-pasar atau mol-mol dari para
ibu-ibu, remaja-remaja, pemuda-pemudi untuk berbelanja dalam rangka
mempersiapkan untuk lebaran nanti. Padahal lailatul qadar diturunkan pada
hari-hari terahir bulan Ramadhan. Waallahu a’alam bishowab.*

No comments:
Post a Comment