Friday, 7 August 2015

Mengapa Sekolah Swasta  Berprestasi?

Beberapa hari kemarin di koran ini edisi Sabtu, 19 Juni 2015 dan Senin 21 Juni 2015 memuat berita mengenai sekolah swasta yang berhasil meraih peringkat pertama. Sekolah swasta pertama, SD Muhammadiyah Kebondalem, Pemalang meraih peringkat pertama tingkat Kabupaten Pemalang untuk hasil Ujian Sekolah berstandar Provinsi (USBP) dan kedua SD Muhammadiyah 03 Panjunan berhasil meraih peringkat pertama di tingkat kecamatan untuk nilai USBP. Tentunya prestasi ini menggembirakan para guru  pada kedua sekolah tersebut.

Penulis yakin di daerah lain juga ada sekolah swasta yang meraih keberhasilan sama sebagaimana yang telah diraih oleh kedua sekolah tersebut. Hanya saja tidak terpublikasikan sehingga tidak diketahui oleh masayarakat luas.

Dalam tulisan ini penulis akan menyampaikan mengapa sekolah swasta bisa berprestasi, bahkan terkadang di daerah tertentu ada sekolah swasta yang selalu tampil menjadi nomer satu membawahi sekolah-sekolah negeri atau sekolah milik pemerintah. Ini perlu saya sampaiakan sebab tidak sedikit orang yang mencibir dan meragukan terhadap keberhasilan USBP yang dicapai oleh sekolah-sekolah swasta. Baik masyarakat awam ataupun orang dinas sendiri. Entahlah mengapa mereka meragukan prestasi  USBP yang diraih oleh sekolah swasta  tersebut, padahal pelaksanaan USBP dilakukan dengan pengawasan yang sangat ketat. Tidaklah  mungkin bila prestasi tersebut didapat dengan melalui berbuat curang.



Sejatinya peluang meraih keberhasilan mendapat yang terbaik untuk USBP terbuka untuk semua sekolah, baik sekolah swasta maupun negeri. Hanya  mau bekerja keras atau tidak.  Kemauan  dan kerja keras inilah yang membuat peluang keberhasilan itu jatuh ke sekolah swasta.  Karena kebanyakan pada sekolah swastalah yang memiliki semangat tinggi mengajar anak-anak didiknya tanpa kenal  lelah. Mereka mengajar, memberi les dan lain sebagainya tanpa kenal waktu. Realita ini jarang ditemukan di sekolah-sekolah negeri. Guru-guru di sekolah negeri yang nota bene sudah ber-NIP dan bersertifikasi terkadang malah kurang serius di dalam mengajar, sebaliknya mereka lebih menyibukan diri dengan urusan administrasi persyaratan sertifikasi dan kegiatan dinas.

Sekolah swasta banyak membantu negara

Sekolah swasta adalah sebuah lembaga pendidikan yang  berada di dalam pengelolaan yayasan atau kelompok masyarakat.  Di negara Indonesia ada banyak sekolah yang berdiri di bawah pengelolaan yayasan (swasta) seperti misal sekolah Muhammadiyah, sekolah NU, sekolah Taman Siswa,  sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah milik swasta yang berada di bawah pengelolaan Muhammadiyah, NU dan Taman Siswa. Selain dari ketiga yayasan tersebut masih lagi yayasan pengelola pendidikan swasta lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu di dalam tulisan ini.
Keberadaan sekolah swasta itu sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dahulu.  Bahkan ketika jaman kolonial dulu sekolah swasta justru yang lebih berperan penting di dalam membangun jiwa nasionalisme kepada masyarakat Indonesia ketimbang sekolah pemerintah, sebab sekolah pemerintah pada waktu itu berada di bawah pengelolaan pemerintah Kolonial Belanda. Sekolah pemerintah atau negeri ini pada waktu itu memiliki tujuan  mencetak manusia-manusia pengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda.

Sekolah swasta di negara kita keberadaannya cukup membantu program pemerintah di dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika tidak sekolah swasta maka pemerintah sepertinya akan kesulitan di dalam mencerdaskan warganya. Olehkarenanya pemerintah harusnya memperhatikan keberadaan sekolah swasta, bukan malah sebaliknya keberadaan sekolah swasta dipinggirkan. Bagi orang pemerintah, terutama orang dinas pendidikan, yang menganaktirikan sekolah swasta berarti mereka tidak tahu keberadaan sekolah-sekolah swasta yang banyak membantu pemerintah ini. 

Salah satu bentuk perhatian pemerintah misalnya memberi reward kepada sekolah swasta yang meraih keberhasilan. Misalnya pemerintah memberi suntikan dana peningkatan mutu kepada sekolah swasta yang berhasil meraih peringkat pertama USBP atau UN.  Terbatasnya dana  yang dimiliki oleh sekolah swasta masih menjadi problem besar bagi sekolah swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikannya. Dana BOS yang diberikan oleh pemerintah masih belum bisa mencukupi untuk membiayai semua operasional pendidikan di sekolahnya.  Maka dari itu dengan adanya suntikan dana tersebut akan dapat membantu sekolah swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Perhatian pemerintah tak hanya memberi suntikan dana untuk pengembangan fisik sekolah ansich, tetapi perhatian kepada para pendidiknya perlu juga diberikan, utamanya guru kelas VI yang telah berhasil mengantarkan para siswanya meraih keberhasilan. Salah satu bentuk perhatian itu bisa berupa pemberian uang pembinaan atau misal pemberian poin untuk masuk daftar pengangkatan menjadi CPNS bila guru bersangkutan masih berstatus sebagai guru wiyata bhakti atau honorer.  (Mukhlisin, S.Pd.I pemerhati masalah pendidikan dan juga guru di sekolah swasta)






No comments:

Post a Comment