Mengapa
Sekolah Swasta Berprestasi?
Beberapa hari kemarin di koran ini edisi Sabtu, 19
Juni 2015 dan Senin 21 Juni 2015 memuat berita mengenai sekolah swasta yang
berhasil meraih peringkat pertama. Sekolah swasta pertama, SD Muhammadiyah
Kebondalem, Pemalang meraih peringkat pertama tingkat Kabupaten Pemalang untuk
hasil Ujian Sekolah berstandar Provinsi (USBP) dan kedua SD Muhammadiyah 03
Panjunan berhasil meraih peringkat pertama di tingkat kecamatan untuk nilai
USBP. Tentunya prestasi ini menggembirakan para guru pada kedua sekolah tersebut.
Penulis yakin di daerah lain juga ada sekolah
swasta yang meraih keberhasilan sama sebagaimana yang telah diraih oleh kedua
sekolah tersebut. Hanya saja tidak terpublikasikan sehingga tidak diketahui
oleh masayarakat luas.
Dalam tulisan ini penulis akan menyampaikan
mengapa sekolah swasta bisa berprestasi, bahkan terkadang di daerah tertentu
ada sekolah swasta yang selalu tampil menjadi nomer satu membawahi
sekolah-sekolah negeri atau sekolah milik pemerintah. Ini perlu saya sampaiakan
sebab tidak sedikit orang yang mencibir dan meragukan terhadap keberhasilan
USBP yang dicapai oleh sekolah-sekolah swasta. Baik masyarakat awam ataupun
orang dinas sendiri. Entahlah mengapa mereka meragukan prestasi USBP yang diraih oleh sekolah swasta tersebut, padahal pelaksanaan USBP dilakukan
dengan pengawasan yang sangat ketat. Tidaklah
mungkin bila prestasi tersebut didapat dengan melalui berbuat curang.
Sejatinya peluang meraih keberhasilan mendapat
yang terbaik untuk USBP terbuka untuk semua sekolah, baik sekolah swasta maupun
negeri. Hanya mau bekerja keras atau
tidak. Kemauan dan kerja keras inilah yang membuat peluang keberhasilan
itu jatuh ke sekolah swasta. Karena kebanyakan
pada sekolah swastalah yang memiliki semangat tinggi mengajar anak-anak
didiknya tanpa kenal lelah. Mereka
mengajar, memberi les dan lain sebagainya tanpa kenal waktu. Realita ini jarang
ditemukan di sekolah-sekolah negeri. Guru-guru di sekolah negeri yang nota bene
sudah ber-NIP dan bersertifikasi terkadang malah kurang serius di dalam mengajar,
sebaliknya mereka lebih menyibukan diri dengan urusan administrasi persyaratan
sertifikasi dan kegiatan dinas.
Sekolah
swasta banyak membantu negara
Sekolah swasta adalah sebuah lembaga pendidikan
yang berada di dalam pengelolaan yayasan
atau kelompok masyarakat. Di negara
Indonesia ada banyak sekolah yang berdiri di bawah pengelolaan yayasan (swasta)
seperti misal sekolah Muhammadiyah, sekolah NU, sekolah Taman Siswa, sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah
milik swasta yang berada di bawah pengelolaan Muhammadiyah, NU dan Taman Siswa.
Selain dari ketiga yayasan tersebut masih lagi yayasan pengelola pendidikan
swasta lainnya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu di dalam tulisan
ini.
Keberadaan sekolah swasta itu sudah ada sejak
zaman kolonial Belanda dahulu. Bahkan
ketika jaman kolonial dulu sekolah swasta justru yang lebih berperan penting di
dalam membangun jiwa nasionalisme kepada masyarakat Indonesia ketimbang sekolah
pemerintah, sebab sekolah pemerintah pada waktu itu berada di bawah pengelolaan
pemerintah Kolonial Belanda. Sekolah pemerintah atau negeri ini pada waktu itu
memiliki tujuan mencetak manusia-manusia
pengabdi kepada pemerintah kolonial Belanda.
Sekolah swasta di negara kita keberadaannya cukup
membantu program pemerintah di dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara
yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika tidak sekolah swasta maka pemerintah
sepertinya akan kesulitan di dalam mencerdaskan warganya. Olehkarenanya
pemerintah harusnya memperhatikan keberadaan sekolah swasta, bukan malah sebaliknya
keberadaan sekolah swasta dipinggirkan. Bagi orang pemerintah, terutama orang
dinas pendidikan, yang menganaktirikan sekolah swasta berarti mereka tidak tahu
keberadaan sekolah-sekolah swasta yang banyak membantu pemerintah ini.
Salah satu bentuk perhatian pemerintah misalnya
memberi reward kepada sekolah swasta
yang meraih keberhasilan. Misalnya pemerintah memberi suntikan dana peningkatan
mutu kepada sekolah swasta yang berhasil meraih peringkat pertama USBP atau
UN. Terbatasnya dana yang dimiliki oleh sekolah swasta masih
menjadi problem besar bagi sekolah swasta dalam meningkatkan kualitas
pendidikannya. Dana BOS yang diberikan oleh pemerintah masih belum bisa
mencukupi untuk membiayai semua operasional pendidikan di sekolahnya. Maka dari itu dengan adanya suntikan dana
tersebut akan dapat membantu sekolah swasta untuk meningkatkan kualitas
pendidikannya.
Perhatian pemerintah tak hanya memberi suntikan
dana untuk pengembangan fisik sekolah ansich,
tetapi perhatian kepada para pendidiknya perlu juga diberikan, utamanya guru
kelas VI yang telah berhasil mengantarkan para siswanya meraih keberhasilan. Salah
satu bentuk perhatian itu bisa berupa pemberian uang pembinaan atau misal
pemberian poin untuk masuk daftar pengangkatan menjadi CPNS bila guru
bersangkutan masih berstatus sebagai guru wiyata bhakti atau honorer. (Mukhlisin, S.Pd.I pemerhati masalah
pendidikan dan juga guru di sekolah swasta)

No comments:
Post a Comment