Thursday, 6 August 2015

 Guru pun Perlu  Menulis
Oleh: Mukhlisin, S.Pd.I*

Menulis adalah suatu pekerjaan yang masih dianggap berat bagi sebagian orang. Benarkah demikian?
Anggapan mengenai menulis adalah pekerjaan yang berat oleh sebagian orang bisa dikatakan iya dan juga bisa dikatakan tidak. Pandangan ini tergantung siapa yang menjawab. Bila ia sudah terampil menulis maka dia akan menjawab gampang. Sebaliknya, ia akan menjawab sulit dan berat jika skill atau ketrampilan menulis ini sudah dimiliki.

Pekerjaan menulis hampir sama dengan berbicara. Hanya saja jika berbicara itu berkomunikasi bersifat lisan. Jika menulis berkomunikasi secara tertulis. Artinya apa yang menjadi ide atau gagasan di benak pikiran kita dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Dan perbedaan menulis dengan berbicara lainnya ialah, jika menulis pikiran yang sudah disampaikan tidak boleh diulang kembali dalam paragraf berikutnya.

Ada banyak hal yang diperoleh dengan menulis. Pertama, ilmu pengetahuan. Jika kita memiliki kesukaan menulis pekerjaan itu akan menjadikan ilmu pegetahuan atau wawasan pengetahuan menjadi selalu meningkat. Sebab seorang penulis selalu dituntut untuk selalu membaca dan membaca. Baik membaca buku maupun membaca segala realita yang ada di masyarakat. Dengan banyaknya buku yang dibaca secara otomatis akan membuat wawasan pengetahuan selalu meningkat.
Kedua, menajamkan kemampuan melakukan analisa. Menulis tidak hanya dituntut untuk membuat kata-kata yang enak dan indah dan enak untuk dibaca, tetapi juga dituntut untuk bisa memecahkan sebuah permasalahan secara sistematis dan solutif. Untuk bisa membuat suatu pemecahan masalah yang benar-benar solutif sampai ke akar-akarrnya dibutuhkan sebuah analisa yang tajam. Disinilah seorang penulis harus bisa melakukan analisa yang tajam bila dia akan membuat suatu tulisan artikel. Dengan demikian maka secara perlahan-lahan dengan menulis kemampuan analisa akan menjadi tajam dengan sendirinya.

Ketiga, mendapat penghasilan tambahan. Pada saat ini banyak media surat kabar baik cetak maupun online yang memberi ruang menulis untuk umum dengan pemberian imbalan yang cukup lumayan. Sebagai misal di koran ada rubrik artikel, opini, dan cerpen yang bila tulisan kita dimuat akan mendapat imbalan atau honor dari koran yang memuat nya. Honornya pun lumayan besar. Seandainya dalam sebulan tulisan kita bisa dimuat di koran sebanyak lima kali  tentunya ada banyak honor yang bisa kita dapatkan.

Menulislah para guru

 Guru adalah orang yang diberi beban tanggung jawab untuk mendidik dan mengajar oleh negara karena mereka secara formal memiliki sertifikat untuk mendidik dan mengajar di lembaga formal pendidikan. Bagi guru yang sudah memiliki NIP mereka mendapat gajih setiap bulan dari negara.
Pada saat ini kemampuan guru idealnya tak hanya mengajar dan mendidik di hadapan para siswa, lebih dari itu para guru juga harus bisa menulis ilmiah. Apalagi menulis ilmiah pada saat ini menjadi tuntutan karena menjadi syarat untuk kenaikan pangkat jabatan.

Bagi para guru sebetulnya telah memiliki banyak modal untuk menulis. Modal tersebut adalah pengetahuan. Dengan wawasan pengetahuan yang dimilkinya tersebut bisa menjadi bahan untuk membuat sebuah tulisan.

Untuk bisa menulis ilmiah dengan baik dan benar maka harus sering banyak berlatih menulis. Sebagai awal untuk mengasah bahasa supaya bahasanya enak, sistematis, bisa dengan berlatih membuat tulisan dengan tema yang ringan-ringan di dalam buku. Misalnya menulis bagaimana membuat siswa suka membaca, membuat belajar matematika menyenangkan, kiat sukses meraih UN dan lain sebagainya.

Setelah dirasa sudah cukup mampu membuat tulisan yang bagus dan sitematis baru kemudian mencoba untuk membuat tulisan ilmiah yang agak berat. Dan jangan lupa hasil tulisannya harus dikirimkan ke surat kabar. Saat ini banyak surat kabar yang menyediakan rubrik bagi para guru untuk menulis. Sebagai misal di Suara Merdeka ada rubrik  suara guru , di Republika ada rubrik guru menulis. Karya tulis yang berkaitan dengan pendidikan bisa dikirim ke media ini.


Menulis adalah sebuah profesi tambahan yang pas pada guru karena akan wawasan pengetahuan selalu bertambah. Selain itu kita juga akan bisa memiliki penghasilan sampingan selain dari gajih bulanan.  Profesi menulis ini juga sangat pas bagi para guru yang berstatus sebagai guru wiyata bhakti atau honorer, karena bisa menjadi penghasilan tambahan di luar gajih atau honor yang amat kecil itu. Olehkarenanya menulislah wahai para guru!* (Mukhlisin, S.Pd.I alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saat ini menjadi pendidik di Kota Pemalang)

No comments:

Post a Comment