Guru pun Perlu Menulis
Oleh: Mukhlisin, S.Pd.I*
Menulis adalah suatu
pekerjaan yang masih dianggap berat bagi sebagian orang. Benarkah demikian?
Anggapan mengenai
menulis adalah pekerjaan yang berat oleh sebagian orang bisa dikatakan iya dan
juga bisa dikatakan tidak. Pandangan ini tergantung siapa yang menjawab. Bila
ia sudah terampil menulis maka dia akan menjawab gampang. Sebaliknya, ia akan
menjawab sulit dan berat jika skill
atau ketrampilan menulis ini sudah dimiliki.
Pekerjaan menulis hampir
sama dengan berbicara. Hanya saja jika berbicara itu berkomunikasi bersifat
lisan. Jika menulis berkomunikasi secara tertulis. Artinya apa yang menjadi ide
atau gagasan di benak pikiran kita dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Dan
perbedaan menulis dengan berbicara lainnya ialah, jika menulis pikiran yang sudah
disampaikan tidak boleh diulang kembali dalam paragraf berikutnya.
Ada banyak hal yang
diperoleh dengan menulis. Pertama, ilmu pengetahuan. Jika kita memiliki
kesukaan menulis pekerjaan itu akan menjadikan ilmu pegetahuan atau wawasan
pengetahuan menjadi selalu meningkat. Sebab seorang penulis selalu dituntut
untuk selalu membaca dan membaca. Baik membaca buku maupun membaca segala
realita yang ada di masyarakat. Dengan banyaknya buku yang dibaca secara
otomatis akan membuat wawasan pengetahuan selalu meningkat.
Kedua, menajamkan
kemampuan melakukan analisa. Menulis tidak hanya dituntut untuk membuat
kata-kata yang enak dan indah dan enak untuk dibaca, tetapi juga dituntut untuk
bisa memecahkan sebuah permasalahan secara sistematis dan solutif. Untuk bisa
membuat suatu pemecahan masalah yang benar-benar solutif sampai ke
akar-akarrnya dibutuhkan sebuah analisa yang tajam. Disinilah seorang penulis
harus bisa melakukan analisa yang tajam bila dia akan membuat suatu tulisan
artikel. Dengan demikian maka secara perlahan-lahan dengan menulis kemampuan
analisa akan menjadi tajam dengan sendirinya.
Ketiga, mendapat
penghasilan tambahan. Pada saat ini banyak media surat kabar baik cetak maupun
online yang memberi ruang menulis untuk umum dengan pemberian imbalan yang
cukup lumayan. Sebagai misal di koran ada rubrik artikel, opini, dan cerpen
yang bila tulisan kita dimuat akan mendapat imbalan atau honor dari koran yang
memuat nya. Honornya pun lumayan besar. Seandainya dalam sebulan tulisan kita
bisa dimuat di koran sebanyak lima kali
tentunya ada banyak honor yang bisa kita dapatkan.
Menulislah para guru
Guru adalah orang yang diberi beban tanggung
jawab untuk mendidik dan mengajar oleh negara karena mereka secara formal
memiliki sertifikat untuk mendidik dan mengajar di lembaga formal pendidikan.
Bagi guru yang sudah memiliki NIP mereka mendapat gajih setiap bulan dari
negara.
Pada saat ini kemampuan
guru idealnya tak hanya mengajar dan mendidik di hadapan para siswa, lebih dari
itu para guru juga harus bisa menulis ilmiah. Apalagi menulis ilmiah pada saat
ini menjadi tuntutan karena menjadi syarat untuk kenaikan pangkat jabatan.
Bagi para guru sebetulnya
telah memiliki banyak modal untuk menulis. Modal tersebut adalah pengetahuan.
Dengan wawasan pengetahuan yang dimilkinya tersebut bisa menjadi bahan untuk
membuat sebuah tulisan.
Untuk bisa menulis
ilmiah dengan baik dan benar maka harus sering banyak berlatih menulis. Sebagai
awal untuk mengasah bahasa supaya bahasanya enak, sistematis, bisa dengan
berlatih membuat tulisan dengan tema yang ringan-ringan di dalam buku. Misalnya
menulis bagaimana membuat siswa suka membaca, membuat belajar matematika
menyenangkan, kiat sukses meraih UN dan lain sebagainya.
Setelah dirasa sudah
cukup mampu membuat tulisan yang bagus dan sitematis baru kemudian mencoba
untuk membuat tulisan ilmiah yang agak berat. Dan jangan lupa hasil tulisannya
harus dikirimkan ke surat kabar. Saat ini banyak surat kabar yang menyediakan
rubrik bagi para guru untuk menulis. Sebagai misal di Suara Merdeka ada
rubrik suara guru , di Republika ada
rubrik guru menulis. Karya tulis yang berkaitan dengan pendidikan bisa dikirim
ke media ini.
Menulis adalah sebuah
profesi tambahan yang pas pada guru karena akan wawasan pengetahuan selalu
bertambah. Selain itu kita juga akan bisa memiliki penghasilan sampingan selain
dari gajih bulanan. Profesi menulis ini
juga sangat pas bagi para guru yang berstatus sebagai guru wiyata bhakti atau
honorer, karena bisa menjadi penghasilan tambahan di luar gajih atau honor yang
amat kecil itu. Olehkarenanya menulislah wahai para guru!* (Mukhlisin, S.Pd.I alumnus UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, saat ini menjadi pendidik di Kota Pemalang)
No comments:
Post a Comment