Mau memilih jurusan IPA? IPS?
Ataukah Bahasa? Itulah kira-kira persoalan
yang dihadapi anak-anak kelas X (SMA kls 1). Mereka harus memilih jurusan
kependidikannya, masuk jurusan IPA, IPS atau bahasa. Karena penjurusan sekarang
di kelas XI. Olehkarenanya memilih jurusan di SMA mau tak mau harus mereka tentukan
Memilih jurusan bukan masalah
yang sederhana, tapi juga bukan persoalan yang tidak bisa dipecahkan. Memilih jurusan di SMA merupaka persoalan penting yang begitu menentukan masa depan. Anak-anak ketika mau memasuki
jurusan tertentu harus melihat pada kemampuannya sendiri, bukan ikut temannya,
orang tuanya atau nilai prestise jurusan itu. Kemudian minat atau kesukaan
kalian. Namun kesukaan ini bukan yang utama.Sebagai misal anda secara
akademik tidak bisa masuk ke jurusan IPA, tapi minat anda masuk ke jurusan IPA
sangat tinggi. Bila keinginan ini dipaksakan maka langkah yang telah diambilnya
akan bisa menemui banyak hambatan. Sebagai misal, anda tidak bisa mengikuti
pelajaran IPA. Ahirnya kalian rugi sendiri.
Pandangan Salah dalam Memilih Jurusan di SMA
Memang dalam pandangan
masyarakat Indonesia jurusan IPA memiliki nilai prestise (gengsi) cukup tinggi
disbanding dengan jurusan lainnya. Karena prestise inilah wajar bila banyak
peminatnya. Selain itu ada mindset atau pemikiran yang keliru yang memandang
bila anak-anak yang masuk jurusan IPA
itu anak-anak unggulan, cerdas, dan sebaliknya anak-anak jurusan IPS atau
bahasa adalah anak-anak buangan (bodoh). maka dari itu tidak heran apabila anak-anak banyak berbondong-bondong memilih jurusan di SMA memilihnya jurusan IPA, walaupun kenyataannya tidak mampu.
Anak-anak yang masuk ke
jurusan IPS atau Bahasa memang buangan dari IPA dalam pengertian mereka-mereka
yang tidak bisa masuk ke jurusan IPA karena memang tidak memiliki kecerdasan
dalam bidang pelajaran tersebut, bukan karena bodoh. Mengutip pendapatnya
Gellner, penemu kecerdasan majemuk, beliau mengatakan bahwa terdapat delapan
kecerdasan pada manusia yang berbeda. Diantara kedelapan kecerdasan itu ialah
ada kecerdasan matematik, linguistic, kinestik, natural, dan sebagainya. Kemudian kecerdasan matematis, adalah
mereka yang memiliki kemampuan di dalam berhitung. Kecerdasan linguistik mereka
yang memiliki kemampuan di dalam mengolah bahasa baik secara lisan maupun
tertulis. Kecerdasan kinestik mereka yang memiliki kepiwaian dalam melakukan
gerakan-gerakan tubuh. Dari pandangan Gellner
tersebut maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya tidak ada
manusia yang bodoh, yang ada hanyalah manusia bisa bidang ini tapi tidak bisa
bidang itu. Pandangan Gellner ini sangat penting sekali untuk dijadikan dasar dalam memiambil jurusan di SMA agar tidak salah dalam mengambil jurusan.
Semua jurusan itu baik.
Semuanya akan bisa menghantarkan kepada manusia ke pintu keberhasilan asalkan mau
tekun pada jurusan yang dipilihnya. Yang ngambil jurusan IPS kalau mau tekun
bisa menjadi ahli hokum, politisi, pengamat social, dan sebagainya. Kemudian
yang bahasa juga bisa menjadi sastrawan. Begitu juga yang IPA. Sehingga ahir dari tulisan ini
penulis menyarankan agar siswa-siswa kelas X dalam memilih jurusan di SMA disesuaikan dengan kemampuan dan minatnya.*(Penulis Adalah Guru Smp Negeri 1
Atap Gonseng, Randu Dongkal)

No comments:
Post a Comment