Tuesday, 11 August 2015

INILAH KIAT MEMILIH JURUSAN DI SMA


Mau memilih jurusan IPA? IPS? Ataukah Bahasa? Itulah kira-kira persoalan yang dihadapi anak-anak kelas X (SMA kls 1). Mereka harus memilih jurusan kependidikannya, masuk jurusan IPA, IPS atau bahasa. Karena penjurusan sekarang di kelas XI. Olehkarenanya memilih jurusan di SMA mau tak mau harus mereka tentukan

Memilih jurusan bukan masalah yang sederhana, tapi juga bukan persoalan yang tidak bisa dipecahkan. Memilih jurusan di SMA merupaka persoalan penting yang begitu menentukan masa depan. Anak-anak ketika mau memasuki jurusan tertentu harus melihat pada kemampuannya sendiri, bukan ikut temannya, orang tuanya atau nilai prestise jurusan itu. Kemudian minat atau kesukaan kalian. Namun kesukaan ini bukan yang utama.Sebagai misal anda secara akademik tidak bisa masuk ke jurusan IPA, tapi minat anda masuk ke jurusan IPA sangat tinggi. Bila keinginan ini dipaksakan maka langkah yang telah diambilnya akan bisa menemui banyak hambatan. Sebagai misal, anda tidak bisa mengikuti pelajaran IPA. Ahirnya kalian rugi sendiri.




Pandangan Salah  dalam Memilih Jurusan di SMA

Memang dalam pandangan masyarakat Indonesia jurusan IPA memiliki nilai prestise (gengsi) cukup tinggi disbanding dengan jurusan lainnya. Karena prestise inilah wajar bila banyak peminatnya. Selain itu ada mindset atau pemikiran yang keliru yang memandang bila anak-anak  yang masuk jurusan IPA itu anak-anak unggulan, cerdas, dan sebaliknya anak-anak jurusan IPS atau bahasa adalah anak-anak buangan (bodoh). maka dari itu tidak heran apabila anak-anak banyak berbondong-bondong memilih jurusan di SMA memilihnya jurusan IPA, walaupun kenyataannya tidak mampu. 

Anak-anak yang masuk ke jurusan IPS atau Bahasa memang buangan dari IPA dalam pengertian mereka-mereka yang tidak bisa masuk ke jurusan IPA karena memang tidak memiliki kecerdasan dalam bidang pelajaran tersebut, bukan karena bodoh. Mengutip pendapatnya Gellner, penemu kecerdasan majemuk, beliau mengatakan bahwa terdapat delapan kecerdasan pada manusia yang berbeda. Diantara kedelapan kecerdasan itu ialah ada kecerdasan matematik, linguistic, kinestik, natural, dan sebagainya. Kemudian kecerdasan matematis, adalah mereka yang memiliki kemampuan di dalam berhitung. Kecerdasan linguistik mereka yang memiliki kemampuan di dalam mengolah bahasa baik secara lisan maupun tertulis. Kecerdasan kinestik mereka yang memiliki kepiwaian dalam melakukan gerakan-gerakan tubuh. Dari pandangan Gellner tersebut maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang bodoh, yang ada hanyalah manusia bisa bidang ini tapi tidak bisa bidang itu. Pandangan Gellner ini sangat penting sekali untuk dijadikan dasar dalam memiambil  jurusan di SMA agar tidak salah dalam mengambil jurusan.

Semua jurusan itu baik. Semuanya akan bisa menghantarkan kepada manusia ke pintu keberhasilan asalkan mau tekun pada jurusan yang dipilihnya. Yang ngambil jurusan IPS kalau mau tekun bisa menjadi ahli hokum, politisi, pengamat social, dan sebagainya. Kemudian yang bahasa juga bisa menjadi sastrawan. Begitu juga yang IPA. Sehingga ahir dari tulisan ini penulis menyarankan agar siswa-siswa kelas X dalam memilih jurusan  di SMA disesuaikan dengan kemampuan dan minatnya.*(Penulis Adalah Guru Smp Negeri 1 Atap Gonseng, Randu Dongkal)


No comments:

Post a Comment